02:06

Step by Step Instalasi TFS (Team Fundation Server) 2010 Sebagai Source Control Powerbuilder 12.5 .NET

Setelah Sekian lama saya vakum, ini saya coba membuat posting baru mengenai  Instalasi TFS 2010 sebagai sarana source control di PowerBuilder 12.5 .Net  karena source control nya tidak seperti PB Clasic.  Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut

A. Instalasi Pada Komputer Server (Windows Server 2003 SP1)


B. Langkah Instalasi TFS 2010

  • Karena file TFS 2010 berbentuk ISO, maka butuh software tambahan untuk membaca ISO. Kita bisa gunakan Virtual Clone Drive atau Daemon Tools. Setelah punya software itu, mount ISO-nya TFS.
  • Di dalam drive “tambahan” setelah me-mount (aneh banget bahasanya) ISO, ada folder TFS-x64 dan TFS-x86. Pilih dan buka folder yang sesuai dengan mesin Anda. Saya pakai Windows 7 Ultimate x64, jadi saya buka folder TFS-x64.
  • Di dalam folder tersebut, double-click file yang bernama setup.exe. Kalau ada window User Account Control, klik tombol Yes tentunya. Setelah itu akan muncul window berikut  

  • Tunggu sebentar.. Setelah selesai loading, klik tombol Next. Pada halaman di bawah ini, (silahkan baca license terms terlebih dahulu kemudian) pilih I have read and accept the license terms lalu klik tombol Next.  
  • Pada halaman di bawah ini, pilih komponen yang Anda ingin install. Team Foundation Server adalah komponen utama TFS. Sedangkan Team Foundation Build Service merupakan komponen tambahan yang memungkinkan kita melakukan build secara terintegrasi (pada post yang akan datang, TFS Build akan saya bahas lebih dalam). Saya memilih untuk menginstal 2 komponen tersebut sehingga saya beri tanda centang 2 pilihan Team Foundation Server dan Team Foundation Build Service, kemudian saya klik tombol Install.
  • Tunggu beberapa saat.. silahkan membuat teh atau kopi untuk menemani Anda menunggu. 
  • Kemudian Finish
  •  Proses instalasi sudah selesai. Namun perjuangan belum berakhir. Kita harus melakukan konfigurasi terlebih dahulu agar TFS yang kita instal dapat berfungsi sesuai dengan kondisi sistem dan lingkungan kita. Dengan memastikan bahwa Anda memberi tanda centang pada pilihan Launch Team Foundation Server Configuration Tool, klik tombol Configure.
C. Konfigurasi Server TFS 2010
  •  Setelah klik tombol Configure pada akhir proses instalasi TFS 2010, maka akan muncul window berikut:
  • Perhatikan bahwa ada beberapa pilihan wizard, yaitu Basic, Advanced, Application-Tier Only, dan Upgrade. Pada setiap wizard, terdapat informasi tentang apa tujuan wizard tersebut. Pilih wizard yang paling cocok dengan kebutuhan Anda. Pada kasus ini, saya pilih wizard yang Basic. Setelah itu, klik tombol Start Wizard
  • Akan muncul halaman Welcome pada window Team Foundation Server Basic Configuration. Pada halaman ini, klik tombol Next.
  • Muncul halaman SQL Server Instance. Wizard ini tahu bahwa saya sudah punya SQL Server Express sehingga pilihan Use an existing SQL Server Instance secara otomatis sudah terpilih. Bagi Anda yang belum punya SQL Server Express, jangan khawatir, karena wizard ini akan menginstalkannya (lagi-lagi bahasa yang aneh) untuk Anda (yaitu dengan memilih pilihan Install SQL Server Express). Selanjutnya, klik tombol Next.
  •  Akan muncul halaman Review. Pada halaman ini, kita diberikan informasi tentang apa saja settingan konfigurasi yang akan dilakukan oleh wizard ini. Klik tombol Next.
  • Tunggu proses Readines Checks selesai..

  •  Setelah selesai, klik tombol Next.  
  • Finish

Untuk Selanjutnya kita tinggal melakukan Instalasi di Komputer Client, Adapun Hal2 yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut :
A. Install Powerbuilder 12.5
B. Install Visual Studio Team Explorer (File Ini sudah Include didalam ISO TFS 2010 Trial yang kita download)

Setelah semua terinstall dengan aman maka selanjutnya kita lakukan setting source control pada Powerbuilder 12.5 .NET
  • Klik Tools > Options
  • pilih SourceControl > PlugIn Selection
  • pilih Source Control > Environment
  • pilih Source Control > Plug-In Setting.

  • Sekarang Powerbuilder 12.5 .NET kita sudah menggunakan Source Control TFS 2010

10:36

Membuat Aplikasi GL dengan Powerbuilder 9

http://blog.re.or.id/free-download-ebook/doc/membuat_aplikasi_gl_dengan_powerbuilder_9_0_dan_sql_server_2/15114/

10:30

Tips: Export Blob Ke Image Power Builder

Artikel kali ini akan memberi contoh bagaimana memanggil kembali blob dari dalam database dan menampilkan di pictue control maupun meng-export kembali menjadi file gambar.

Blob Emp_id_pic
SELECTBLOB Image
INTO :Emp_id_pic
FROM dba.t_image
WHERE “index image” = :iindex
USING SQLCA ;
integer li_FileNum, loops
long flen
li_FileNum = FileOpen(sfilename,StreamMode!, Write!, Shared!, Replace!)
SetPointer(HourGlass!)
flen = Len(Emp_id_pic)
IF flen > 32765 THEN

IF Mod(flen, 32765) = 0 THEN
loops = flen/32765
ELSE
loops = (flen/32765) + 1
END IF
ELSE
loops = 1
END IF
Selanjutnya untuk meng-export kedalam file gambar dapat digunakan baris perintah berikut:
FileWritex(li_FileNum, Emp_id_pic,loops*32765) untuk PB 10.0 ke atas
FileWrite(li_FileNum, Emp_id_pic). Untuk PB 9.0 dan diakhiri dengan menutup file gambar dengan FileClose(li_FileNum)
File library / PBL dapat anda download disini. Selamat mencoba. Catatan: fungsi dalam library ini menggunakan 2 parameter yaitu sfilename bertipe string untuk namafile yang ingin kita import dan iindex bertipe integer merupakan index dari file ( bisa juga yang lain misalnya NIP atau NIM )

Sumber : http://aryodarmo.blogspot.com/2009/01/tips-export-blob-ke-image-power-builder.html

10:10

Dasar atau konsep Power Builder

Power Builder adalah sebuah development tool dengan dasar atau konsep pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented Programming (OOP) yang memiliki karakteristik Encapsulation, Inheritance, dan Polymorphism. OOP adalah konsep yang umum dan telah di adopsi oleh banyak bahasa pemrograman modern seperti C++, Java, VBScript dan sebagainya. Teknik pemrograman pada OOP adalah bersifat modular, Berbeda dengan teknik pemrograman konvensional yang sifatnya struktural, pada OOP, sebuah modul program dipandang sebagai sebuah objek.
Encapsulation adalah karakteristik dan perilaku yang berkaitan dengan kemandirian sebuah objek. Analogi dengan makhluk hidup, sebuah objek memiliki karakteristik dan perilaku. Sebagai contoh, karakteristik yang dimiliki objek manusia adalah warna kulit, tinggi badan, berat badan, kegemaran, tingkat kecerdasan dan sebagainya. Sebagai objek yang aktif, seorang manusia berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara beraktifitas dan merespon keadaan sekelilingnya. Dalam OOP karakteristik di istilahkan sebagai Atribut atau Properti. Perilaku diistilahkan sebagai Metode. Metode dibedakan menjadi Event dan Function.
Event adalah suatu kejadian yang dialami objek tersebut, misalnya pada contoh manusia adalah merasa lapar, sakit atau terkejut. Sedangkan Fungsi adalah tindakan yang bisa dilakukan sebuah objek, misalnya berjalan, tidur, makan dan seterusnya. Biasanya fungsi dilakukan ketika ada event yang diterima. Semua karakteristik dan perilaku tersebut dibungkus akan membentuk wujud manusia yang utuh. Properti dan Metode yang berbeda dalam keadaan terbungkus itu dikenal dengan istilah Encapsulation.

Sebuah objek adalah sebuah modul yang mandiri, artinya ia tidak memiliki ketergantungan dengan objek lain atau program utama. Dengan demikian, sebuah objek yang digunakan pada sebuah aplikasi dan dapat juga digunakan pada aplikasi lain. Agar sebuah program dapat berinterakasi dengan sebuah objek, maka kode program tersebut harus memanggil metode yang ada di dalam objek yang bersangkutan. Metode identik dengan fungsi atau event yang mengandung sebuah atau beberapa parameter. Jadi dalam hal ini sebuah program dapat mengirimkan sebuah nilai ke dalam parameter sebuah metode. Objek yang bersangkutan menerima parameter tersebut dan menjalankan aksinya. Karena kode program di dalam objek berinteraksi dengan parameter dan bukan variabel lokal atau global dari program yang memangilnya, maka objek itu mempertahankan kemandiriannya.

Istilah Inheritance memacu pada penurunan sifat sebuah objek pada objek lain. sebagai contoh, objek manusia di turunkan dari objek bernama primata karena objek ini mempunyai karakteristik yang lebih umum, yaitu makhluk hidup yang menyusui, mempunyai empat angota tubuh, bertulang belakang dan sebagainya. Istilah untuk objek turunan adalah descendent, sedangkan objek penurun atau pendahulunya adalah ancestor.
Polymorphism adalah perilaku yang berbeda-beda dari sebuah ancestor dan pada desendent-nya. Sebagai contoh kita gunakan lagi objek manusia dan kera yang masing-masing di turunkan dari objek primata yang sama. Apabila kita memanggil metode “makan”, maka kera akan mengulurkan tangannya dan memasukan makanan ke dalam mulutnya kemudian mengunyah dengan cepat-cepat. Sedangkan, jika metode yang sama di panggil dari objek manusia, maka ia akan menggerakkan tangannya untuk menyendok makanan, dan memasukkan ke dalam mulut kemudian mengunyah perlahan-lahan sambil menikmati rasanya. Jadi jelas disini bahwa kedua objek tersebut mempunyai perilaku yang berbeda untuk metode “makan”.

10:37

Cara mendapatkan Nomor Serial DISK


Pertama, Buat definisi dari fungsi API di global external function:

Function Boolean GetVolumeInformationA( &
ref String ls_Rootpath, &
ref String ls_volumnename, &
Ulong lul_VolumeNameSize, ref Ulong lul_VolumeSerialNumber, &
ref Ulong lul_MaximumComponentLength, &
ref Ulong lul_FileSystemFlags, &
ref String ls_FileSystemNameBuffer, &
Ulong lul_FileSystemNameSize &
) Library "Kernel32.dll"
 

Kedua, Buat script pemanggil dibawah ini

String ls_Rootpath, ls_volumnename
ls_Rootpath = "C:" // tentukan untuk mendapatkan nomor seri hard drive
ls_volumnename = Space(256) // mengalokasikan cukup ruang, yang sama di bawah ini
 
Ulong lul_VolumeNameSize
lul_VolumeNameSize = 256
Ulong lul_VolumeSerialNumber, lul_MaximumComponentLength, lul_FileSystemFlags
lul_MaximumComponentLength = 256
String ls_FileSystemNameBuffer
ls_FileSystemNameBuffer = space(256)
Ulong lul_FileSystemNameSize
lul_FileSystemNameSize = 256

boolean lb_rtn
lb_rtn = False

lb_rtn = GetVolumeInformationA(ls_Rootpath, ls_volumnename, lul_VolumeNameSize, &
lul_VolumeSerialNumber, lul_MaximumComponentLength, lul_FileSystemFlags, &
ls_FileSystemNameBuffer, lul_FileSystemNameSize)

if lb_rtn = false then
 MessageBox("Alert", "fungsi panggil gagal!")
 return
end if
sle_1.text = String(lul_VolumeSerialNumber) // / / mendapatkan nomor seri harddisk



// Sumber :http://blog.zjxu.edu.cn/zyc/readblog.asp?blogid=12&id=22